Rabu, 04 Mei 2011

Periksa Payudara Sendiri

Periksa Payudara Sendiri (SADARI)

The American Cancer Society telah menganjurkan para wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin, sebulan sekali. Kombinasi dari SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis payudara tahunan (Clinical Breast Examination – CBE) oleh seorang ahli dan mamografi, sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. 
Ada tiga langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu: 


(1)Pemeriksaan di depan cermin. 
Berdirilah seperti biasa di depan cermin, dan perhatikan kesimetrisan kedua payudara Anda. Lalu angkat kedua lengan Anda melewati kepala. Perhatikan, apakah ada perubahan bentuk di setiap payudara, pembengkakan, lekukan, atau perubahan di setiap puting. 

(2)Pemeriksaan raba pada posisi berdiri. 
Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri. 

(3)Pemeriksaan raba pada saat berbaring. 
Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri. 
Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan. 
(4)Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak. 
Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa meminta kunjungan lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari http://www.sp18.com/berita-umum/sadari_periksa_payudara_sendiri-80.htmlseorang dokter spesialis. 
Para wanita yang telah berusia 20 dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki usia 40. 
NGENAL KANKER PAYUDARA
http://www.sp18.com/berita-umum/sadari_pe http://www.sp18.com/berita-umum/sadari_periksa_payudara_sendiri-80.htmlriksa_payudara_sendiri-80.html
Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerang wanita Indonesia. Akan tetapi Kanker payudara ternyat http://www.sp18.com/berita-umum/sadari_periksa_payudara_sendiri-80.htmla bukan monopoli kaum wanita. Kaum pria pun bisa mengalaminya. Meski angkanya relatif kecil yakni hanya sekitar 1%. Kanker payudara pada pria harus diwaspadai sejak dini karena bisa mengakibatkan kematian sebagaimana yang terjadi pada wanita.
Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm dalam waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker
Siapakah yang beresiko menderita kanker payudara? 
1. Wanita diatas usia 30 tahun  
2. Pernah mempunyai riwayat kanker payudara  
3. Usia diatas 25 tahun yang keluarganya (Ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan satu ibu) pernah menderita kanker payudara  
4. Tidak menikah  
5. Menikah tetapi tidak pernah melahirkan anak  
6. Melahirkan anak pertama setelah berusia 35 tahun  
7. Tidak menyusui  
8. Mengalami trauma berulang kali pada payudara  
9. Mendapat haid pertama pada usia yang sangat muda  
10. Mengalami radiasi sebelumnya pada payudara (pengobatan keloid)  
11. Cenderung kelebihan berat badan  
12. Pernah dioperasi payudara atau alat reproduksinya  
13. Pernah mendapat obat hormonal yang lama karena mandul  
14. Mengalami berbagai macam goncangan jiwa yang hebat dalam kehidupannya (bercerai, tidak dapat menikah, dimadu dan sebagainya)  

Gejala:
Adanya benjolan di payudara, keluar cairan tidak normal dari puting susu yang berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui, perubahan bentuk dan besar payudara, serta kulit, puting susu, dan areola melekuk ke dalam atau berkerut.

Deteksi:
Untuk mendeteksi adanya kanker payudara dapat dilakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Pada wanita normal, American Cancer Society menganjurkan wanita yang berusia di atas 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap tiga bulan, usia 35--40 tahun melakukan mamografi, di atas 40 tahun melakukan check up pada dokter ahli, lebih dari 50 tahun check up rutin dan mamografi setiap tahun, dan bagi wanita yang berisiko tinggi pemeriksaan dokter lebih sering dan rutin.
Pengobatan:

Pengobatan kanker payudara yang disepakati oleh ahli kanker di dunia sebagai berikut: stadium I dilakukan operasi dan kemoterapi; stadium II tindakan operasi dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah hormonal; stadium III dilakukan operasi dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah radiasi dan hormonal; stadium IV pengobatan kemoterapi dilanjutkan dengan radiasi dan hormonal. Untuk stadium lanjut, setelah diobati harapan hidup pasien paling lama adalah empat tahun. Bagi pasien yang dalam proses pengobatan, operasi pengangkatan tumor dilakukan di seluruh bagian payudara, baik kanan atau kiri. Tidak perlu cemas akan kejanggalan bentuk tubuhnya karena saat ini sudah tersedia payudara buatan dari bahan silikon yang mirip dengan payudara asli.

Pencegahan:
Tidak ada cara mencegah yang absolut, tetapi pola hidup sehat dan menghindari stres adalah salah satu sarana untuk menghambat penyebaran sel kanker dan memperpanjang usia harapan hidup. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C, juga menghindari rokok dan alkohol. 

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah-buahan dan sayuran bisa menurunkan risiko kanker payudara. Pasalnya, makanan dari tumbuhan kaya dengan nutrien antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel yang bisa menyebabkan kanker. Usahakan untuk mengonsumsi paling sedikit 5 porsi buah-buahan atau sayuran per hari.

Penelitian lain menunjukkan lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun bisa melindungi kita dari kanker payudara, sedangkan lemak jenuh seperti terdapat di dalam daging dan mentega bisa meningkatkan risiko. Ini dikatakan oleh David J. Hunter, M.D., Direktur Harvard Center for Cancer Prevention di Boston.

Para ahli yang mengamati kebiasaan makan pasien kanker payudara dan perempuan yang sehat juga menemukan perempuan yang mengonsumsi steak well done (sangat matang) berisiko 4 kali lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan yang lebih suka steak medium, begitu menurut sebuah penelitian tahun 1998 yang dimuat di Journal of the National Cancer Institute.

Penelitian tahun 1997 yang diterbitkan jurnal kedokteran Inggris, The Lancet juga menemukan konsumsi kedelai yang banyak mengandung senyawa phytoestrogen akan menurunkan risiko kanker payudara. (An)

Photobucket